Integritas Basis Data

  Sabtu, 11 Oktober 2014      0

keabsahan data dalam database sangat penting karena database merupakan reprentasi dari dunia nyata. Perubahan data seperti data, pribadi keuangan dan arsip2 penting dapat mengganggu berbagai macam perkerjaan di dunia nyata. Maka dari itu keabsahan data sangat penting dan krusial dan menjadi syarat sistem basis data yang handal. Berikut adalah beberapa cara menjaga keabsahan data:

Constraint (Batasan)

constraint adalah suatu batasan yang diterapkan pada table database guna menjaga keabsahan data. Dengan adanya batasan tersebut akan meminimalisir adanya data yang tidak diinginkan atau tidak sesuai dengan batasan. Salah satu kelebihan constraint dapat di implementasi kan pada suatu table tanpa harus mengubah isi dari table tersebut baik record maupun table. Berikut adalah contoh2 contraint yang terdapat pada produk DBMS: PRIMARY KEY, FOREIGN KEY, UNIQUE, CHECK, NOT NULL. Tentunya untuk setiap produk DBMS mempunyai tipe-tipe constraint yang berbeda. Berikut penjelasan tentang tipe-tipe constrain tersebut:
1. Primary Key
Primary  key  disebut  sebagai  constraint  dengan  tujuan  untuk  menjaga integritas data, yaitu bahwa sebuah primary key tidak boleh mempunyai duplikat dan secara otomatis tidak null.
2. Foreign Key
merupakan field pada sebuah table yang merupakan Primary Key dari table lain.
3. Unique
Constraint unique fungsinya hampir sama dengan constraint primary, dimana  keduanya  digunakan  untuk  menerapkan  integritas  entitas/table.
5. Check
Constraint check digunakan untuk menjamin bahwa nilai kolom berada dalam ruang lingkup nilai tertentu
6. Not Null
Suatu kolom didefinisikan dengan not null berarti table tersebut tidak boleh berisi null.

Refential Integrity

Refential Integrity digunakan untuk menjaga konsistensi pada baris-baris data dengan 2 tabel yaitu tabel yang dibuat refrensi atau acuan dan tabel yang menggunakan refresnsi tersebut. Implementasi Refential Integrity terdapat pada proses Insert, Update dan delete.
Contoh implementasi pada table seperti gambar berikut.






















Terlihat pada gambar di atas terdapat 2 tabel. yang satu sebagai tabel parrent yang terdapat 2 atribut yaitu artist_id dan artist_name. Sedangkan yang kedua sebagai tabel child yang terdapat artist_id, album_id dan album_name. pada tabel tersebut akan terjadi error pada artist_id yang berisi 4 karena pada tabel parrent artist_id 4 tidak ada ini membuktikan bahwa isi field pada tabel child harus lah sesuai dengan table parrent.

Trigger

Trigger adalah blok PL/SQL yang disimpan dalam database dan akan diaktivasi ketika kita melakukan statement-statement SQL (DELETE, UPDATE, dan INSERT) pada sebuah tabel. Aktivasi trigger didasarkan pada event yang terjadi di dalam tabel tersebut sehingga trigger dapat membantu dalam menjaga integritas dan konsistensi data. Implementasi trigger yang sering ditemui dalam dunia nyata adalah untuk mengeset dan mengubah nilai kolom dalam suatu tabel sehingga validasi nilai dari tabel tersebut akan terjaga. Adanya trigger dalam database akan meringankan kita dalam pembuatan aplikasi karena di dalam aplikasi yang kita buat, kita tidak perlu lagi untuk melakukan validasi data.


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar